Oleh: Siti Fadillah
Dosen Pengampu: Zulhaida Endriani, M.S., S.H, M.H .
Pekanbaru, Senin 25 Mei 2026 – Bertempat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau melaksanakan kegiatan kunjungan akademik sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai sistem pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses pembinaan, pendidikan, serta pendampingan yang diberikan kepada anak binaan di lingkungan LPKA.
Sesampainya di lokasi, rombongan mahasiswa disambut dengan hangat oleh petugas LPKA Kelas II Pekanbaru. Dalam sambutannya, pihak LPKA menjelaskan bahwa sistem pembinaan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Anak binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, pembinaan mental dan spiritual, serta pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat.
Selain mendengarkan pemaparan materi, kegiatan kunjungan akademik juga diisi dengan sesi diskusi dan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi serta terjalinnya hubungan baik antara pihak kampus dan LPKA Kelas II Pekanbaru. Momen tersebut menjadi simbol kerja sama dan dukungan dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi anak binaan selama menjalani masa pembinaan. Pihak LPKA menyampaikan bahwa kunjungan keluarga, kerabat, maupun lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga semangat dan motivasi anak binaan. Kehadiran dukungan dari lingkungan sekitar dapat membantu mereka merasa lebih dihargai, diperhatikan, serta memiliki harapan untuk memperbaiki diri.
Mahasiswa juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan LPKA, seperti ruang pembinaan, ruang belajar, tempat ibadah, area pelatihan keterampilan, serta lingkungan kegiatan sehari-hari warga binaan. Dari kunjungan tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa pembinaan yang diberikan tidak semata-mata berupa hukuman, melainkan lebih menitikberatkan pada pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan hidup.
Kegiatan kunjungan akademik ini memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya sistem pembinaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Mahasiswa menjadi lebih memahami peran petugas pemasyarakatan dalam mendampingi, membimbing, serta memberikan motivasi kepada anak binaan agar mampu memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung proses pembinaan anak binaan. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh perhatian terhadap perkembangan anak.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengambil pelajaran bahwa setiap individu, termasuk anak yang pernah berhadapan dengan hukum, tetap memiliki hak dan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kunjungan akademik seperti ini juga diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran nyata yang bermanfaat bagi dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

.jpeg)
